PERANAN QALBU (qalb,fu`ad,shadr) DALAM MENJALANKAN SYARIAT

PERANAN QALBU (qalb,fu`ad,shadr) DALAM MENJALANKAN SYARIAT

Di dalam Al Qur`an disebutkan kata Qalb, Fua`d dan Shadr yang merujuk pada KALBU ,yang memiliki hakikat yang sama.Tentang Qalb, Allah swt berfirman : Dia dibawa turun oleh ar-Ruh al Amin ke dalam HATI ( Qalb )-mu ( QS asy-Syu`ara` 193-194 ), tentang Fu`ad Allah swt berfirman : HATI ( Fu`ad) tidak mendustakan apa yang dilihatnya ( QS an-Najm :11) ,tentang Shadr Allah swt berfirman : Bukankah kami telah melapangkan untukmu DADA ( Shadr )- mu dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu? (QS al-Insyiroh1-2).
Perbedaan dalam kualitas dan kuantitas sesuatu tidak menunjukkan perbedaan dalam esensi dan hakikatnya.

Didalam kitab-kitab ilmu Tauhid di terangkan bahwa pengertian beriman dalam Islam adalah Menyatakan dengan lisan, Membenarkan dengan hati dan Melakukan dengan anggota badan.
Seperti diucapkan oleh Ali bin Abi Talib r.a. yang bermaksud: “Iman (إيمان) itu ucapan dengan lidah dan kepercayaan yang benar dengan HATI dan perbuatan dengan anggota.“.
Apa yang terjadi bila tidak ada satu saja dari yang Tiga itu ? Tentu sesuai kaidah orang itu dinamakan Fasik, Munafik atau Kafir.

Hati yang bagaimana yang bisa membenarkan syareat Allah dan Rasulnya ?
Tentu jawabannya adalah HATI yang bersih dari najisnya syirik kepada Allah, hati yang sesuai dengan tuntunan surat Al-Ikhlas
وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ o لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ o اللَّهُ الصَّمَدُ o قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
“Katalah (wahai Muhammad) bahwa Allah itu tunggal. Allah tempat meminta. Tidak Dia beranak dan tidak juga Dia diperanakkan. Dan tiada yang serupa denganNya, Dialah Tuhan yang Esa.“
Najisnya syirik adalah `ainiyah, karena itu Allah menjadikan syirik itu sebagai najas (bukan najis).

Bagaimana membuat hati kita jadi bersih dan menjaganya agar selalu bersih ?
Ternyata Islam memulainya dengan ber-Wudhu dan berTobat……ya….. Berwudhu dan bertobat yang benar sesuai syareat. Sebelum berwudhu kita disyareatkan membaca niat wudhu :
اَعُوْذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ – بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
نَوَيْتُ الْوُضُوْءَلِرَفْعِ الْحَدَثِ الْاَصْغَرِفَرْضًالِلّٰهِ تَعَال
“Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil, fardhu karena Allah.”

Selesai berwudhu disyareatkan pula membaca do`a wudhu.
Dalam kitab-kitab Fiqh diterangkan cara berwudhu yang benar.

اَشْهَدُ اَنْ لَااِلٰهَ اِلَّااللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهٗ وَاَشْهَدُاَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهٗ وَرَسُوْلُهٗ، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ، وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنَيْ مِنَ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ اشْهَدُاَنْ لَااِلٰهَ اِلَّاَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ.

“Aku bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah yang Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah jadikanlah aku orang yang ahli TAUBAT, dan jadikanlah aku orang yang SUCI dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba-Mu yang SHALEH.

Di dalam do`a tersebut terdapat anjuran BERTOBAT dan Berlaku BERSIH. Ada 2 makna kebersihan : Bersih badan dan bersih hati. Kebersihan hati dengan tobat dan kebersihan badan dengan air.Tidak sah sholat kita bila tidak berwudhu. Wudhu berasal dari kata al-Wahdha’ah, yang artinya kebersihan dan kecerahan.
Dari Abu Hurairah ra ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:
ا يَقْبَلُ اللّهُ صَلَاةَ أَحَدِ كُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ
“Allah tidak menerima shalat seorang diantara kalian jika ia berhadats, sampai ia wudhu.”
Bersuci termasuk hal yang disukai Allah, bahwasanya Allah SWT memuji orang-orang yang bersuci, Firman-Nya:
“…Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”(Al-Baqarah:222)

Berwudhu membersihkan kita dari materi-materi hadats dan najis yang bisa membahayakan BADAN atau HATI atau keduanya. Hati yang kotor sama dengan badan yang sakit, tidak bisa menerima pesan-pesan dari firman-firman Allah, sulit untuk “membenarkan-nya”, apalagi merealisasikannya .

Utsman bin Affan ra berkata : “Seandainya hati ( Kalbu ) kita bersih, niscaya tidak akan pernah kenyang dengan firman-firman Allah.”

Berwudhu membantu seorang hamba untuk mempersiapkan diri ( Badan dan Hati ) , sebelum melakukan ibadah-ibadah kepada Allah, siap membenarkan dan merealisasikan syareat Allah dan Rasulnya.
Ketika seseorang telah bersih dari keduanya yakni Najis dan syirik, niscaya ia berpotensi untuk membenarkan syareat Allah dan Rasulnya. Bukankah HATI TEMPATNYA NIAT?

Najisnya syirik adalah `ainiyah, karena itu Allah menjadikan syirik itu sebagai najas (bukan najis). Allah TIDAK berfirman “Innamal musyrikuuna NAJISUN” QS Attaubah:28 ( dengan kasroh tapi dengan fathah najasun, sebab najasun adalah materi najis itu sendiri, sedang najisun adalah sesuatu yang kena najis.
Jadi dengan berwudhu ,insya Allah badan dan HATI kita jadi “BERSIH SECARA HAKEKAT-nya ,maka kitapun jadi siap untuk mengerjakan hal-hal yang disyariatkan seperti antara lain: shalat, thawaf di baitullah atau hendak menyentuh mushaf (membaca Al-Qur’an), atau hendak berdzikir kepada Allah SWT, atau hendak tidur, dan bagi orang junub (ketika hendak makan, minum, tidur atau kembali berjima’) disunahkan berwudhu terlebih dahulu.
Seseungguhnya rahasia-rahasia ucapan-ucapan dan do`a do`a Nabi shallallahu Alaihi wa Sallam adalah diatas dari apa yang bisa kita bayangkan. Do`a wudhu tuntunan Rasulullah ternyata membawa kita pada kebersihan hati ( kalbu ) yang hakiki dan menuntun kita menjadi hamba Allah yang Shaleh. Amin…

Referensi :
1. Al Qur`an dan Al Hadits
2. اغثةاللهفان في مصايدالشيطانdari Imam Ibnul Jauzy
3. Asrar asy-Syari`ah wa Athwar ath-Thariqah wa Anwar Al-Haqiqah dari Sayyid haidar Amuli.

Contact person :
Ir. Jaafar Dahlan
+628128477464
http://www.pengobatanqurani.com http://www.pengobatanqurani.blogspt.com

Address :
1. Apartment Center Point, Bekasi Barat, Jl. jend Ahmad Yani kav.20 Bekasi Barat
2. Jl. Alam Utama Blok E/5 Bintara Alam Permai, Bintara Jaya, Bekasi Barat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s